mutialdi

1.

setelah cukup lama menunggu
akhirnya aku bertemu denganmu
untuk pertama kalinya

entah kenapa
ada yang berbeda
di sini
di dalam hatiku

(9 des 07)

Hari itu dia datang seorang diri
hujan yang sebelumnya mengguyur halaman rumah
berhenti
pertama kalinya berjumpa dengan mamah dan bapak
dan denganku?
itu kedua kalinya
maka maklumlah jika aku pun sedikit masih belum begitu familiar dengan wajahnya

dan kalimat demi kalimat meluncur
sedikit kaku tapi tetap terdengar indah bagiku

-to be continued-

maaf ya….sudah…,
maaf ya….telah…,
maaf..marahkah?
maaf..dan maaf
akhir-akhir ini kata maaf sering kuhadiahkan padamu
belum bosan kan menerimanya?

(8 April 08 )

2.

malam itu
setelah menguatkan hati
kuutarakan kegundahan yang melanda

pasrah

Dialah yang mempertemukan kita
dan Dia akan selalu memberikan keputusan terbaik

bismillah

tapi tiba2 tenggorokan ku tercekat di tengah2 kata

astagfirullah

aku masih lemah
ternyata

(31 Maret 08 )

3.

Dalam sujudku
Kuanugrahkan tasbih
atas kesucianNya dan segala keindahan yang telah dikaruniakanNya

Dalam sujudku
kusebut takbir
atas kebesaranNya dan segala pertolongan yang telah dihadirkannNya

Dalam sujudku
kulirihkan tahmid
atas nikmatNya dan segala doa yang telah dikabulkanNya
serta tak lupa, rasa syukur atas sebuah kebahagiaan
yaitu mengenalnya

(20 feb 08 )

4.

ketika diri ini menjadi lebih banyak mengingatnya
dibanding mengingatNya
tak ada lagi yang dapat dilakukan
selain menghirup napas lebih dalam
menghamburi diri dengan istighfar
dan kembali mengingatNya
lagi


(15 Feb 08)

5.

- Pernahkah kau saling menyukai dengan seseorang, sebelumku?
+ Ya…sepertinya pernah
- Lalu? Apa yang membuatmu berhenti dan kemudian memilihku? Bisa jadi dia lebih sempurna dariku bukan? Tidakkah kan kau menyesal?
+ Lebih sempurna ya? hmm..kalaupun iya dia lebih sempurna,. tapi taukah kamu, dalam doaku, aku tak pernah meminta yang sempurna.
Aku meminta padaNya seseorang yang terbaik untukku dan berharap aku pun dapat menjadi yang terbaik untuknya
Dan sampai detik ini, kurasa itu kamu

(12 Feb 08, dialog boongan he2)

6.

Sore ini aku betul-betul melihat jingga di langit
Memang indah, persis seperti yang diceritakannya
Bersanding dengan biru kelabu yang kemudian bersegara menjadi hitam, tanda datangnya sang malam

Dan betul katanya,
Hitam dan jingga adalah perpaduan menarik yang memabukkan mata sore ini

Tapi kenapa menjadi timbul sedikit tanya
Apakah aku memang pantas menjadi jingga persis seperti yang biasa ia kagumi?

(7 jan 2008 )

7.

Kali ini hati sepertinya ingin terbang saja
membelah langit di atas sana
bahkan sepertinya sudah tak peduli lagi jika sampai meninggalkan raga
Tapi…..
Jangan dulu ah!
Belum saatnya
karena masih kuingin menunggu kepastian
saat hadirnya satu sayap darinya

(17 des 2007)

8.

sang indera melapor pada otak
bahwa
langit hampir selalu mendung
tak ada jingga yang yang membelah kelabu
tak ada biru yang menguasai warna lukisan pagi
bunga masih terlalu malu untuk menampakkan mekarnya
ayam masih terlalu malas untuk berkokok
bahkan udara tak jua mau menghangat dan hanya menyisakan dingin
tapi fakta apapun yang dikatakan sang indera tak diacuhkan oleh otak
Akibatnya pagi ini masih terasa cerah sekali!
karena apa yang dirasakan hati mengalahkan argumen sang indera
hati ini sedang terlalu riang….

(17 des 2007)

Telah Terbit on April 21, 2008 at 6:56 am Komentar (4)

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://cimuthmulya.wordpress.com/hilaph/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

& Komentar Leave a comment.

  1. hilaph?

  2. eta foto teu nahaaan

    tenang, kan kususul kalian

    :D

  3. hhm, indahnya Nana.. ^o^

  4. Kunjungan… langsung ketemu page nan romantis ini… barakallah…


Leave a Comment