Untitled

Masih teringat dalam benak saya, peristiwa sekitar empat tahun yang lalu. Annex, masa daftar ulang calon mahasiswa baru 2003. Samar-samar sebelum saya pergi dr loket pendaftaran, terdengar sebuah percakapan dari seseorang yang persis sedang antri di belakang saya bersama seorang senior
“Dari mana de?”
“dari SMAN 1″
Ow.. dari SMAN 1, SMAN 1 mana ya, Bandungkah? (–> kata saya di dalam hati). Sayangnya rasa penasaran itu tidak berlanjut ke perkenalan dengannya. Saya pun buru-buru pulang lagi sambil lirik-lirik sebentar ke belakang, dan sekilas saya melihat seorang gadis manis berjilbablah yang sedang bercakap-cakap tadi. Hhmm..

Proses penerimaan mahasiswa baru terus berjalan setelah hari itu, sampai saatnya sedikit-sedikit mulai berkenalan dengan teman2 seangkatan. Dan berkenalanlah saya dengan dia yang ternyata adalah anak SMAN 1 yang persis berada di belakang saya waktu itu.

Namanya Dewi, Dewi Pramudi Ismi lengkapnya. Asli dari Yogya, yang akhirnya menjadi teman suka duka saya selama masa-masa “perjuangan” saya di kampus. Begitu banyak kisah yang kami jalani bersama, hampir selalu sekelas, sering makan bareng, YM!an, satu kelompok, satu unit, sering rapat bareng, sekelompok KP, sampai akhirnya kami lulus di bulan yang sama juga.

Suatu hari, setelah sama-sama menyandang status sebagai d’job seeker saya bertemu lagi dengannya sedang berjalan tergesa-gesa dari arah Salman menuju kampus. “Mau ke mana, dew?” “Mau wawancara Gemalto, doain ya Na,.. aduh tegang nih”
“Ya..semangat dew”

Siangnya, saya bertemu lagi dengannya, dengan ekspresi bingung campur sedikit seneng, dan panik Dewi mengabarkan bahwa dia kemungkinan diterima di Gemalto (Singapura) setelah wawancara pagi itu. Saya pun sedikit terkejut, senang, sekaligus iri (hehe)… rasanya baru kemarin kami ngobrol-ngobrol tentang apa yang akan kami lakukan masing-masing setelah lulus, Dewi dengan pilihannya sebagai dosen di Yogya, saya yang masih berencana akan tetap di Bandung… dan tiba-tiba saja, hari itu, saya harus membayangkan Dewi akan terbang ke Spore sana.

Semakin ke sini, kepastian Dewi pergi ke spore pun kian pasti. Dan lagi-lagi saya dibuat terkejut, senang, sekaligus iri, tentang rencananya untuk melanjutkan kuliah ke NUS setelah kontraknya selesai. Setelah dihitung-hitung berarti tiga tahun lamanya dia di sana, belum jika ia menikah di sana (:p) atau mungkin menunda kepulangannya ke Indonesia…semakin lama lagi saya dan dia terpisah dengan jarak yang cukup jauh.

Hari Kamis kemarin tepatnya Neni menanyakan tentang rencana kami untuk ber-farewell party dengan Dewi. Dan saya lagi-lagi harus terkejut menyadari bahwa hari Jumat kemarin di akhir bulan Desember, adalah kemungkinan hari terakhir Dewi di Bandung sebelum berangkat ke Spore.
Dan itu artinya, jika tidak ada perubahan rencana, saat itulah hari terakhir saya sebelum keberangkatannya, untuk bisa hang out dengan dia, makan bareng, ngobrol2….

Saya pun kehilangan.
(lagi…)

Diterbitkan di:  on Januari 1, 2008 at 12:00 am Tanggapan (8)