huhuhu….. males bgt deh kalo kumpul2 bersama keluarga besar dari mamah. Pasalnya, mereka suka ketuker antara nama saya dengan Lita. Lebih tepatnya bukan ketuker dink, tapi memanggil namaku dengan Lita. Kyayyy….. ga cuman salah panggil nama. Tp mereka suka menanyakan hal2 yang sebenernya berkaitan dengan Lita k diriku yang malang ini. Btw, Lita itu adalah kakak perempuanku. Kesel deh kesel. Ingin kuteriak… hei abdi teh sanes Lita.
( Poor me…. dianggap invisible oleh keluarga besarku sendiri. Dan parahnya lagee… ibuku juga suka ketuker, memanggil namaku dengan Lita. HUuuuu… padahal namanya kan ga mirip ye
maaf, nama saya bukan Lita
Membujang as a pilihAn iDup??
Sekarang saya bisa ngerti banget, kenapa banyak pria2 yang tahan membujang sampai umur mendekati 30 tahunan. Faktanya, beberapa dari mereka memilih untuk bekerja lebih dulu agar bisa membiayai adik2nya. Hmm… sebenernya fakta itu ga cuman ada di kaum pria aja sih. Bagi sebagian kaum wanita pun, ada yang rela menunda diri untuk menjadi istri seseorang karena ingin punya lebih banyak waktu untuk bekerja. Tapi tampaknya hal tersebut lebih banyak dibebankan kepada seorang anak lelaki deh. Soalnya bagi kaum wanita, bisa jadi lebih banyak anjuran untuk mencari suami yang kaya dan mapan..yang bisa membantu biaya sekolah ade2 wanita tersebut :p (ayo kita bernyanyi : cewek matre cewek matre ke laut aje)
Tiba2 jadi keingetan sebuah quotes yang bisa jadi membesarkan hati para pria bujangan. Pria semakin tua semakin mapan dan semakin mudah mendapatkan wanita yang diinginkan. Wow! Tapi untuk seorang wanita semakin tua semakin sulit dapet pria yang didambakan. Bener ga ya…. Tapi faktanya, bisa jadi emang. Ketika masih muda, seorang wanita punya kriteria2 pria yang didambakan. Ternyata umur bertambah tapi jodoh tak kunjung datang. Sedikit demi sedikit kriteria2 itu pun luntur…. Sebaliknya bagi seorang pria. Semakin tua selain semakin mapan, juga dianggap semakin dewasa.Maka makin banyaklah kembang2 yang terpikat. Eh, tiba-tiba jadi inget konferensi pers Siti nurhaliza yang mau nikah dengan datuk. Aalah ngegosip aja ya gw ini.
Notes : selamat ye yang udah mau wisudaan tanggal 22 Juli entar. Selamat menempuh kejamnya dunia yang nyata..hoho
Kisah diantaRa kita
Ada yang suka nonton kisah diantara kita-nya SCTV? yang tayang tiap hari jam 6.30 itu lho. Dahulu kala sebelum piala dunia, acara tersebut favorit aku banget. Alasannya karena acara itu dibawakan oleh pembawa acara yang keren banget yaitu pasangan om dedi mizwar dan sarah sechan. Pokonya hepi banget lah kalo nonton acara itu. Dari segi beritanya sih biasa2 aja. Tapi ya itu, gimana juga segala sesuatu teh harus diserahkan pada ahlinya ya. Dedi mizwar dan sarah sechan klop banget. Mewakiliki dua generasi, gayanya santai, tapi ga dibuat-buat
Sayangnya, entah kenapa, pembawa acara pun diganti setelah vakum piala dunia. Dan hasilnya menegcewakan sekali. Tiba2 kualitasnya jadi menurun. Perseteruan antara irgi dan pasangannya terlalu dibuat-buat. Mereka pun tampak suka speechless. Ga ada chemistrynya sama sekali. Dialog yang terjadi begitu kaku. Waah… bete deh.
Hhmm.. kira2 kenapa ya bisa diganti. Menurutku yang kecewa bukan aku aja, tapi ada pemirsa2 lain pun yang kecewa. Dan tentunya produser pun mengetahui hal tersebut, Karena orang pertelevisian seharusnya lebih sensi masalah seperti ini. Predilsi ku, karena bayaran dedi dan sechan tinggi banget untuk satu episode. Hehehe so teu banget ya gw. Alasanku, ini bisa diliat dari pembawa acara pengganti yang bisa dibilang levelnya lebih … yah … rendah gt de. Sayang banget ya… dan disaat seperti itu produser pun dihadapkan pilihan. Mau tetap memakai pembawa acara tersebut atau mengganti yang baru dengan resiko kehilangan penggemar lama.
Jadi inget buku changes. Yang nyingung2 masalah perubahan. “Kita harus berani untuk barubah” Begitu kira2 inti dari bukunya. Nyambung ga ya dengan sikap TV tadi, dengan berani merubah pembawa acara yang dah klop dengan pembawa acara yang masih newbie. I don’t know juga de.Ya sud, buat irgi dan pasangannya di acara tsb, sukses deh. Banyak2 belajar ya biar ga bikin bete, peace. Buat om dedi dan mba sarah…kangeeeeennnnnnnnn deh.
caRes… not ceRes
Seneng ya kalau di sekitar kita ada orang2 yang menyayangi kita, ngasih perhatian, khawatir pas denger kita sakit, secara tulus bilang sayang ma kita, atau sekedar memberikan senyum dan sapa yang hangat. Akhir-akhir ini saya merasakan banyak cinta. Seneng banget rasanya.Selama hampir 21 tahun ini, tampaknya hal-hal seperti itulah yang sering terlewatkan. Entah, tapi harus diakui dengan sangat, saya adalah pribadi yang cenderung cuek.
Hhmm…my quotes today is:
Jika kita merasa bahagia yang sangat saat menerima banyak cinta, tentu orang lain pun akan merasa bahagia jika diperlakukan hal yang sama.
Na, sudah berapa seringkah kamu memberi perhatian bagi orang lain, memberi senyum dan sapa yang tulus, menyatakan rasa sayang dan cinta…….Jarang banget. Tobat neng tobat…
Thx for all my friend dan sang pemuja rahasia, hehe.


